Thursday, January 8, 2015

Tindakan Wajar Yang Dianggap Luar Biasa




Budaya barat sudah mewabah tinggi. Bukan hanya menjurus ke perilaku sehari hari, tapi juga pola pikir generasi bangsa. Rencana mereka menyebarkan dan menancapkan budaya mereka pada orang orang Timur berhasil seratus persen. Semuanya ditiru, mulai cara bicara, berpakaian, berpenampilan, bahkan hiburan. Semuanya berasal dari barat.
 
Sesungguhnya di luar konteks, orang Timur adalah orang orang sesantun santun golongan. Tidak ada budaya indah selain budaya Timur. Mereka memiliki budaya khas, tinggi, dan menyentuh. Dan sangat tidak masuk akal jikalau dilengserkan begitu saja oleh budaya budaya yang melemahkan banyak orang. Tapi apa daya, seluruh media menjadi sasaran empuk barat untuk mengharuskan orang Timur meniru budaya mereka. Padahal faktanya budaya itu di Negara Negara barat sangatlah bobrok diaplikasikan.  Salah satu budaya yang menancap drastis dan ditiru oleh anak bangsa negeri ini adalah pola pikir,” gak gaul kalau anak muda tidak pacaran.”

Lalu apa akibatnya ? 


Di Negara barat sudah biasa bencana ini terjadi, yaitu gadis gadis usia dini sudah memiliki anak, sangat sulit ditemukan gadis masih perawan di usia belia di luar nikah. Hal itu sudah biasa di sana. Tapi untuk orang Timur yang sangat santun pada lingkungan. Dan karena meniru, bencana itu pun mewabah ke negeri ini. Di kota kota besar, banyak gadis masih sekolah sudah tidak lagi perawaan. Di kota kota besar mana pun jumlah persentasenya sangat besar.

Yang saya bahas ini adalah menyangkut religi. Karena budaya barat bukan hanya membunuh budaya timur, tapi juga nilai nilai religi yang sejatinya wajar dilakukan menjadi hal “ aneh “ oleh mata orang disebabkan budaya barat sudah menancap di otak mereka.
Oh ya luar biasa yang saya maksud bukan luar biasa wah. Tapi luar biasa diluar konten kebiasaan secara umum, sehingga dianggap tidak biasa oleh banyak orang.

Apa saja itu ?

1.     Ahli Ibadah

Anda muslim ? Anda mengaku Allah sebagai Tuhan dan Muhammad Bin Abdullah sebagai Rasulullah ? Anda percaya dan melaksanakan perintah Allah ? Mengaplikasikan seluruh hadits Rasulullah, terutama perintah perintah yang sangat ditekankan ?

Jika Anda jawab “ ya “

Maka jawab dengan pertanyaan jujur.

Apa hukum sholat fardhu lima waktu ? Lebih bagus mana memakai pakaian muslim putih bersih di banding kaos oblong di bawa ke masjid untuk sholat ? Lebih bagus mana sholat di rumah sendirian atau di masjid dengan tepat waktu ?

Anda pasti tau jawabannya. Tapi saya aplikasikan tindakan memilukan yang mencederai hakikat tindakan wajar dengan menganggap tindakan itu seolah pasti,” masuk surga.” Seolah “ pasti mendapat syafaat” Seolah “ menyamai derajat nabi “ seolah “ penghuni surga sepenuhnya.”

Di kota besar yang sudah mewabah budaya barat, jikalau seorang dengan pakaian putih bersih menuju ke masjid setiap hari, tepat waktu, maka dia akan diperbincangkan, dan seolah “ Wah.” Seolah sudah menyamai alim ulama, orang orang terdahulu yang sangat takut akan akhirat.

“ Sok alim “ “ Wah, alim banget orang itu.”

Bahkan lebih miris lagi, anggapan bahwa rajin beribadah itu hanya dikalangan santri bagi anak muda. Dan orang tua yang mau meninggal. Kalau ada anak muda rajin ibadah, pasti itu dari pesantren, pikir mereka.

Sesungguh hal itu wajar dilakukan. Ibadah ibadah apa pun sesungguhnya itu wajar karena kita muslim. Jadi untuk menunjukkan identitas kita sebagai muslim, maka kita laksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya. Jadi sangat tidak disamakan dengan “ ahli surga” seolah perjuangan ibadah yang dilakukan seorang itu menyamai derajat nabi.

Yang ingin saya sampaikan, ibadah rutinitas apa pun lantas tidak membuat kita lupa diri bahwa itu memang bentuk aplikasi pengakuan diri bahwa kita muslim. Itu belum sepenuhnya menjamin bahwa kita menjadi penghuni surga atas aplikasi ibadah yang sejatinya sedikit di banding orang orang terdahulu. Yuk sadar.

2.     Ahli Al Qur’an

Membaca Al Quran menjadi aktifitas tidak sepenuhnya dilakukan oleh muslim. Budaya barat sudah mewabah sehingga melupakan hakekat sebenarnya identitasnya, di antaranya menjadi ahli Al Quran. Membacanya saja jarang, apalagi menghafal, apalagi mempelajari isi Al Quran yang bahkan orang kafir saja terkagum kagum isi dan syahdu bacaannya.

Anda muslim ? Anda mengaku Allah sebagai Tuhan ? Sudahkah Anda menjadi Ahli Al Quran ?

Kalau sudah, hal itu wajar karena Anda muslim. Anda hafal banyak surat Al Quran itu wajar karena Anda muslim. Anda tau maksud isi Al Quran itu wajar karena Anda muslim. Anda tau music terbaru atau sinetron terbaru, sampai hafal lirik lirik lagunya itu tidak wajar jikalau menimbang identitas Anda sebagai seorang muslim. Karena music, sinetron bukan esensi seorang muslim.

Jadi tidak patut seorang muslim mengatakan dirinya sudah menjadi “ calon penghuni surga” hanya disebabkan dirinya sering membaca Al Quran, menghafalnya, dan mempelajarinya. Karena kita muslim, maka kita melakukannya.

Lha yang tidak wajar gimana ?

Tanpa saya beritahu, Anda juga tahu.

3.     Ahlul Ilmi

Apakah ibadah Anda saat ini di dasari dengan ilmu ? Sholat Anda saat ini semuanya gerakannya dan bacaannya berasal dari ilmu ? Atau sekadar gerakan gerakan tanpa pengetahuan dan sumber jelas ?

Maka jika ibadah dalam bentuk apa pun di dasari oleh ilmu, itu wajar. Itu bukanlah hal luar biasa bagi seorang muslim. Karena seorang muslim melakukan ibadah dengan ilmu itu sangatlah wajar. Jadi seorang muslim menjadi ahli ilmu itu wajar karena dia seorang muslim. Jika dia bukan seorang muslim dan meyakini ajaran lain, itu urusan mereka. Tapi bagi seorang muslim, hal itu wajar.

Bisakah ibadah tanpa ilmu ? Tidak akan bisa. Bisakah zakat tanpa ilmu ? Tidak bisa, Anda harus tau seluk beluknya ? Bisakah sholat tanpa ilmu ? Tidak bisa, Anda harus tau bacaan dan keshahihan gerakannya. Bisakah memahami Al Quran tanpa ilmu ? Tidak bisa, karena ilmu untuk memahami Al Quran adalah satu satunya cara.

Jadi itu suatu bentuk kewajaran.

4.     Bisa Bahasa Arab

Mungkin kedengarannya sedikit kontroversial di telinga Anda. Tapi saya akan buktikan hal itu wajar, atau bukan sesuatu yang luar biasa bagi seorang muslim.

Sudah khusyukkah sholat Anda ?

Jika “ ya “. Oke, saya setuju.

Tapi saya balik bertanya, “ pernahkah Anda menangis ketika sholat ?”

Menangis di sini bukan disebabkan urusan dunia, seperti hutang, lagi sakit, dan problem lain. Tapi konten sholat tadi. Jawab ?

Jika “ Ya “. Baik, saya setuju.

Berarti Anda memahami maksud di balik lafadz lafadz Anda ketika sholat. Ketika Anda lihat mana pun dan di mana pun menangis ketika sholat, itu disebabkan mereka memahami betul makna di balik lafadz lafadz yang dilantunkan dalam sholat.

Jika Anda tidak tau maknanya, maka kemungkinan atau bahkan tidak mungkin dada Anda terasa getaran hebat, atau ketakutan mendalam, atau puncak kebahagiaan jiwa ketika Anda melaksanakan sholat.

Jadi termasuk syarat kekhusyukan ibadah dengan tau makna di balik lafadz lafadz ibadah itu. Dan tentu saja semua tau, Bahasa Arab menjadi Bahasa agama kita. Untuk itu orang muslim tau dan bisa Bahasa Arab itu wajar, bukan hal aneh karena dia seorang muslim.

Bahasa Arab adalah Bahasa terlezat di dunia. Dari huruf ke huruf menunjukkan aroma ilmu tinggi, menunjukkan puitis kesejukkan jiwa, di balik huruf hurufnya menyimpan sejuta rahasia yang sangat tidak bosan di bahas kapan pun. Maka pelajarilah, itu suatu kewajiba seorang muslim. Bahkan Umar Bin Khattab,” Pelajarilah Bahasa Arab, karena Bahasa Arab bagian dari agamamu.”
 Memang sungguh benar. Bahasa Arab adalah Bahasa agama kita.

Apakah sulit mempelajarinya ?

Tidak. Langit menyuruh kita mengharuskan bisa Bahasa Arab untuk memahami lebih detail Islam. Maka juga memberi keringanan di banding memahami Bahasa lain. Bahasa Arab tidaklah sulit. Jika orang bilang itu sulit. Sesungguhnya dia bukan mengalami kesulitan, tapi malas. Belum paham tapi menyerah duluan. Apalagi belum belajar udah kalah duluan.

Mana buktinya ?

Siapa Salman Al Farisi ? Dia memang sahabat Rasulullah. Tapi saya Tanya, apakah dia orang Arab Asli ? Apakah dia dilahirkan di tanah Arab dan ngomong pakai Bahasa Arab dalam keseharian ?

Tidak. Salman Al Farisi adalah orang Persia. Persia kini termasuk Negara bagian Iran atau Irak. Kita tau mereka bukan orang Arab dan tidak memakai Bahasa Arab dalam keseharian walaupun sama sama Timur tengah. Berarti sama sekali beda. Bahasa mereka pun beda.

Tapi berapa lama Salman bisa sepenuhnya menguasai Bahasa Arab dari nol menjadi master ?

Dia hanya butuh waktu 2 bulan saja. Bayangkan 2 bulan saja.

Jadi Bahasa Arab tidaklah sulit. Dan harus dipelajari karena kita muslim. 



Nalis


No comments:

Post a Comment