Thursday, January 29, 2015

Menjadi Orang Tua Untuk Banyak Orang



Orang tua adalah makhluk paling dermawan. Apa pun untuk buah hati, orang tua selalu memberinya lebih, bahkan mencurahkan seluruh energinya untuk kebahagiaan buah hati. Ketika sakit, orang tua selalu menjaga, menyayangi. Ketika dewasa, orang tua tidak berharap sepenuhnya balasan budi dari anaknya saat mereka mengasuh anaknya sejak kecil dan susah payah. Dia selalu memberi dan memberi lebih.

Seperti kisah pohon apel, ketika pemiliknya kesusahan dalam makan, pohon apel memberikan buahnya. Ketika pemiliknya butuh daun untuk memasak sayuran, pohon apel memberikan daunnya. Ketika pemiliknya butuh kayu untuk membuat perahu, pohon apel memberi batang kayunya untuk dibuat perahu.

Untuk itu mengingat betapa berjasanya orang tua, kita perlu meniru bahwa aplikasi peran kedua orang tua perlu menjadi tiruan bagi kita untuk lebih baik ke depan. Bukan meniru hal negative dari siaran tidak berkualitas dan melemahkan diri.


Pada waktu saya masih Aliyah di Kudus dan belajar di ponpes, seorang musyrif berkata pada kami,

“ Apa jadinya jikalau satu orang menanggung harkat hidup orang banyak merasa bosan. Di depan saya ada pabrik politron dan pabrik rokok djarum. Pemiliknya satu. Selain itu, dia juga pemegang saham terbesar di BCA. Andai kata dia bosan dan ingin menutup djarum saja, apa yang terjadi pada dirinya ? Apa dia jadi miskin ? Tidak. Dia masih kaya raya karena punya banyak asset. Siapa yang dirugikan dengan ditutupnya djarum. Andai djarum ditutup, maka ribuan karyawan kehilangan mata pencaharian mereka. Dia punya hak atas kepunyaannya. Tapi andai dia menutup karena bosan, sejatinya itu urusan dia. Tapi menghancurkan hidup karyawan mereka.”

Logika, pemilik djarum menanggung harkat hidup orang banyak. Dia bisa semau sendiri mengatur bahkan membuang kepunyaannya. Tapi di balik itu, dia menanggung harkat hidup ribuan orang, mulai kelas elit seperti direktur, akuntan, manager, sampai terendah satpam, buruh, dan paling rendah katanya adalah penyoba enak atau tidaknya rokok. Itulah strata terendah karyawan rokok, jadi bukan satpam atau cleaning servise.

Maksud menjadi orang tua untuk alam semesta, kehadiran kita berguna, bermanfaat, bahkan keharusan untuk kebaikan banyak orang. Orang tua memberi makan anaknya. Orang tua mensekolahkan anaknya. Dan semuanya vital karena jikalau tidak diberi, maka sang anak pasti menderita.

Begitu pula orang tua dalam kehidupan, banyak orang berharap pada dia, berharap dia memberi mereka lebih, berharap mereka eksis selalu karena itulah mata pencaharian utama dan satu satunya.

Sungguh indah pribadi seperti ini, maka mari menjadi orang tua bukan hanya untuk anak kita, tapi untuk banyak orang.

No comments:

Post a Comment