Permasalahan ini tiada kunjung usai
dari masa ke masa. Dari zaman nabi Adam sudah muncul permasalahan ini.
Selanjutnya turun temurun permasalahan selalu muncul, menjadi boomerang
tersendiri bagi lingkungan yang mengalaminya. Permasalahan ini menjadi petaka
bagi orang lain. Karena permasalahan ini sangat menimbulkan kemalangan nyata
bagi orang lain. Untuk itu, langit sangat mengutuk pelaku, sampai sampai
diancam pedih siksa di hari pembalasan kelak. Hal ini disebabkan dahsyatnya
pengaruh permasalahan ini.
Anak nabi Adam membunuh saudara
sendiri karena alasan perasaannya. Jauh setelah itu, baginda Yusuf menjadi
pusat kedengkian, nabi Muhammad. Bahkan istri Rasulullah pernah dituduh
berzina. Hal itu semacam persengkongkolan yang mana ada alasan tersendiri di balik
perbuatan terkutuk yang sangat merugikan orang lain. Alasan itu sangat tidak
masuk akal dilakukannya. Karena objek yang menjadi sasaran sama sekali tidak
punya pertikaian dengan mereka, apalagi merugikan mereka. Bahkan kenal mungkin
belum. Tapi sedemikian dahsyat syetan menggoda mereka sehingga hilang seolah
sifat kemanusiaan diri mereka yang hakiki.






