Friday, November 7, 2014

Etika Hutang Piutang




Hutang Bisa Memutus Tali Silaturahmi

Alkisah, seorang terkena beban ekonomi berat. Dia harus berhutang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari. Dia tahu hutang bank sangat beresiko, maka dia berhutang pada tetangganya. Dia berhutang dengan jumlah besar. Dengan lapang dada, tetangganya memberi pinjaman untuk kemudian dikembalikan jikalau sudah penghasilan lagi. Tapi si penghutang tadi mantap sebulan lagi akan mengembalikan uang.

Sebulan berikutnya, karena si pemberi hutang tadi juga butuh duit. Dia datang ke rumah si penghutang untuk meminta kembali uang, atau Bahasa kasarnya nagih. Tapi si penghutang kembali tidak punya uang. Dia meminta tunggu sebulan lagi.

Datang bulan kedua, si pemberi hutang tadi datang kembali. Hasilnya sama, belum ada uang. Padahal si pemberi sungguh butuh uang itu. Akibatnya, ada rasa curiga muncul pada diri mereka. Pandangan mereka memicing. Dalam keseharian dalam bercanda, bersendau gurau, tidak bisa dilakukan seperti sedia kala, disebabkan ada satu problem yang pecah dalam diri mereka, yaitu hutang.

Thursday, November 6, 2014

Ganteng Ini Sungguh Menyiksa



Kerupawanan diri merupakan variasi fisik orang yang punya keindahan di mata orang lain, bahkan semua orang. Dalam batin mereka, sebuah pengakuan tertuju pada sosok itu, bahwa sosok itu tidak dipungkiri menawan hati di mata. Keindahan diri ini sejatinya menjadi dambaan setiap orang, baik orang menengah maupun atas. 

Semua orang menginginkan keturunan mereka rupawan. Pasti dan tidak dipungkiri. Setiap orang menginginkan menantu rupawan. Sekalipun pada kacamata mereka mengaku mapan urusan pertama. Tapi pada pasti keinginan kecil di jiwa mereka adalah rupawan, karena itulah pembeda atas pandangan mata orang dengan orang. 

Lalu apakah itu sebuah bentuk diskriminasi dari langit ? Dengan bukti banyak orang tidak rupawan berada di sisi mereka. Benarkah langit mendiskriminasi bentuk rupa dari satu dengan orang lain ? Kan semua orang mengakui langit itu adil. 

Wednesday, November 5, 2014

Perubahan Perasaan



Untuk apa orang mengejar uang ? Apa karena mereka ingin lembaran kertas bergambar tokoh pahlawan, lalu dipuja puja di dalam rumahnya, dicium penuh kebanggan. Apakah lembaran lembaran kertas itu menjadi tujuannya.

Untuk apa orang belajar tinggi tinggi, bahkan sampai luar negeri ? Apa untuk mencari ilmu, sebatas itukah ? Kalau ditanya, sudahkah Anda puas dengan balasan dari pencarian Anda ? Lalu mengapa dicari jika jawabannya selalu tidak sebanding dengan beaya yang dikeluarkan dari kantong orang tua, bahkan pribadi ( bagi yang sudah berpenghasilan ).

Untuk apa orang berlomba membangun tempat tinggi, menjadi anggota pemerintahan, toh juga hasilnya juga tidak begitu berimbang dengan keinginan dan batin yang dirasa oleh mereka. 

Pada dasarnya, orang mencari dunia hanya satu tujuan, satu saja, tidak lebih. Ada tujuan dibalik pencarian banyak uang lembaran kertas. Ada tujuan dibalik pencarian banyak tempat pendidikan dari waktu ke waktu.

Apa itu ?

Sehelai Ungkapan Perasaan


  Aku duduk untuk menenangkan diri. Di saat duduk, Roy memberiku dua potong kertas untukku. Tampak tulisan tangan menempel pada dua kertas itu. Aku pun menerimanya.
“ Ustadz, tulisan itu berisi perasaan Tini pada Anda. Mohon dibaca. Saya hanya ingin tahu bagaimana perasaannya pada Anda. Setahu saya, ia menuliskannya di sini. Waktu itu, ia meminta saya untuk memberinya dua kertas dan pena. Saya hanya menuruti keinginannya. Dan saya menemukannya di bawah ranjang Tini ini.”
Aku mengangguk. Aku mengambil napas panjang. Aku membaca pada kertas pertama.

Tuesday, November 4, 2014

Paman, Aku Tetap Akan Membela Bumi Hindia



Warni berharap cemas. Ia memikirkan keselamatan ayahnya di dalam perjalanan. Ia berjalan mondar-mandir sambil menundukkan kepala. Van Len duduk di atas kursi kayu. Ia meminum secangkir teh hangat. Ia meneguknya penuh kenikmatan. Asap keluar dari teh itu. Van Len menghirupnya, semakin memanjakan indera penciumannya. Van Len berdiri. Ia menatap Warni dengan pandangan lunak.

“ Aku ingin kembali ke hutan,” kata Van Len pelan.
“ Aku juga begitu.”
Van Len berjalan pelan menuju luar rumah. Warni mengikutinya di belakang. Suara mesin mobil terdengar keras di luar. Van Len melirik ke arah jendela yang terbuka. Mobil Jeep berjalan pelan menuju rumah Warni. Ia tersentak. Ia melihat pamannya berada di dalam mobil itu. Mereka tampak berpakaian tentara. 
Van Len langsung menghimbau Warni,
“ Warni, tolong kau pergi jauh dari sini ?”
“ Ada apa Len ?”  tanya Warni keheranan.
“ Kau dengar suara mobil itu ?”
“ Ya, aku mendengar jelas suara itu.”
“ Tentara musuh telah mengetahui keberadaan kita. Paman beserta beberapa tentara datang ke sini. Mereka akan mendobrak rumah ini jika kau menguncinya. Tolong pergilah. Mereka menginginkanku, bukan dirimu. Aku takut kau terluka.”
“ Aku tak bisa meninggalkanmu sendiri. Aku akan ikut bersamamu.”
Tatapan Van Len semakin tajam.

Si Anak Dungu

Sesuatu sepele terkadang membuat gempar di kemudian hari. Sesuatu tidak terkenal terkadang membuat perubahan drastis. Sesautu diremehkan terkadang menjadi kekuatan super yang mengagumkan. Sesuatu yang tidak formal terkadang membuat gempar dunia dan seisinya. Intinya, sesuatu sekecil apa pun sebagian orang pandang, menjadi super power pada saatnya. Sehingga semua orang tersentak dibuatnya.


Sebaliknya, sesuatu yang statis, stagnan, formal menghasilkan hasil kurang memuaskan, bahkan mengecewakan. Mereka terkekang oleh aturan sangat belit, padahal aturan itu sendiri tidak pernah ada bukti dalam mencapai keberhasilan. Aturan itu tidak berani keluar dari lingkaran stagnan, sehingga hasilnya sangat mengecewakan. Kenyataannya memang begitu.


Mengapa begitu ? Mengapa sesuatu terlihat diremehkan oleh banyak orang menjadi paling berjasa bagi mereka ? Mengapa mereka yang terkekang aturan formal dan belit itu dikalahkan oleh seorang anak petani kere, seorang anak yatim piatu, seorang anak miskin yang hidup di daerah kumuh ? Mari terus membaca sampai tuntas. Jangan berpindah layar sebelum selesai. Pasang wajah cerah Anda. Hirup napas dalam-dalam. Buang rasa curiga dalam diri, sehingga positif thinking selalu menghiasi diri Anda. Saya akan berusaha sebisa mungkin membuat Anda tidak berpindah layar sampai selesai membaca tulisan ini. Yuk, dilanjutkan.


SIAPA GURU EDISON ?


Monday, November 3, 2014

Bahasa Dan Kita


Bahasa merupakan suatu keterampilan berkomunikasi. Bahasa bisa disebut sebagai ekspresi buah pikiran, perasaan, dan ungkapan hati. Seseorang sudah diajarkan oleh kedua orang tuanya sejak kecil. Ia lama-lama bisa menguasai bahasa secara tidak disadari. Ia mampu berkomunikasi dengan orang lain. Sehingga Ia mampu bercerita, bertanya, menjawab, dan menyampaikan sesuatu. Kedua orang tua dan lingkungan berperan penting dalam penguasan bahasa seseorang sejak kecil.

Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu yang mengalami perubahan. Banyak kata asing diserap. Banyak orang Indonesia juga sering bersosialisasi dengan negara lain. Penggunaan bahasa Indonesia didunia kerja membuat kolonial Belanda perhatian pada bahasa itu. Penambahan kosakata juga terjadi seiring waktu berjalan. Semua itu menyebabkan bahasa Indonesia tumbuh dan berbeda sedikit dari bahasa asalnya, bahasa Melayu. Bahasa Indonesia berkembang pesat seiring waktu berjalan.