Thursday, January 29, 2015

Menjadi Orang Tua Untuk Banyak Orang



Orang tua adalah makhluk paling dermawan. Apa pun untuk buah hati, orang tua selalu memberinya lebih, bahkan mencurahkan seluruh energinya untuk kebahagiaan buah hati. Ketika sakit, orang tua selalu menjaga, menyayangi. Ketika dewasa, orang tua tidak berharap sepenuhnya balasan budi dari anaknya saat mereka mengasuh anaknya sejak kecil dan susah payah. Dia selalu memberi dan memberi lebih.

Seperti kisah pohon apel, ketika pemiliknya kesusahan dalam makan, pohon apel memberikan buahnya. Ketika pemiliknya butuh daun untuk memasak sayuran, pohon apel memberikan daunnya. Ketika pemiliknya butuh kayu untuk membuat perahu, pohon apel memberi batang kayunya untuk dibuat perahu.

Untuk itu mengingat betapa berjasanya orang tua, kita perlu meniru bahwa aplikasi peran kedua orang tua perlu menjadi tiruan bagi kita untuk lebih baik ke depan. Bukan meniru hal negative dari siaran tidak berkualitas dan melemahkan diri.

Wednesday, January 28, 2015

Kriteria Dipanggil Ustadz



Ustadz merupakan sebutan seorang yang mempunya kapabilitas dalam ilmu keagamaan/ilmu Islam, dan menyampaikan/mengamalkan keilmuwan Islam sebagai jalan dakwah yang memang menjadi tugas setiap muslim. 
 
Hanya saja yang jadi pertanyaan, seberapa detail sih dari sisi pengetahuan seseorang itu bisa dipanggil ustadz ?

Banyak orang belum memanggil Ippho Santosa sebagai seorang ustadz, dan hanya memanggilnya sebagai motivator selayaknya Mario Teguh. Benarkah Ippho Santosa tidak punya kapabilitas ilmu Islam, atau punya tapi mengaburkan ke dalam hal umum seperti Mario Teguh yang mengambil dari Islam lalu diumumkan, karena dikonsumsi bukan hanya dari kalangan muslim saja.

Tuesday, January 27, 2015

Tujuan Beribadah



Ibadah Menentramkan Hati

Dunia penuh pembawa harapan palsu. Di kala akal mengira berfoya foya, bersenang senang, dan dikira membahagikan, akhirnya ujung ujungnya sengsara. Logika orang cenderung menganggap ibadah sebagai suatu kewajiban. Padahal kalau mereka berfikir lebih dalam lagi, ibadah adalah suatu keharusan. Keharusan yang mutlak dilakukan karena itulah makanan ruh. Ibarat tubuh jikalau tidak dimasuki makanan berhari hari niscaya tubuh akan melemah. Otak jikalau tidak diberi makanan berupa ilmu akan menjadi tumpul akhirnya kebodohan nyata akan dialami oleh pelaku.

Bahkan sebagian orang memilih menggunakan cara cara terlarang untuk menentramkan hati, sebut saja obat obatan terlarang. Mereka membayar sangat mahal hanya untuk beberapa butir pil saja, lalu diminum agar akalnya terbebas dari beban yang membelenggu. Memang benar bebas, tapi akalnya hilang. Bukan menjadi bahagia, malah sengsara. Dia tidak lagi bisa mengendalikan diri. Maka tidak sedikit kasus tabrakan disebabkan pelakunya menggunakan obat terlarang. Karena berbahaya, makanya dilarang dan haram. 

Thursday, January 22, 2015

Bagaimana Menjual Celana Dalam Bekas, Kotor, Robek, Berbau, Lusuh, Dipakai Bertahun Tahun Dengan Harga 1 Juta Orang Orang Berebutan Membelinya Bahkan Menangis Disebabkan Tidak Kebagian




Masih ingatkah Anda tentang artikel beberapa hari yang lalu berjudul kualitas bukan lagi nomor satu. Jika Anda sudah membaca, maka Anda tidak akan heran dengan judul di atas. Karena aturan pertama suatu produk laris atau tidak bukan pada kualitas produk, bukan pada prestasi produk, atau pun keindahan fisik produk. Semua itu penting. Tapi tanpa hal ini semua akan sia sia. Apa itu ?

Yaitu komunikasi. Marketing bukan hanya sekadar komunikasi. Marketing lebih dari sekadar komunikasi, yaitu ilmu cara mengikat konsumen supaya mau membeli barang dengan teknik seindah mungkin, bukan perdukunan. Kalau perdukunan dilakukan oleh orang pengecut yang tidak mau berusaha mencari ilmu ilmu, analoginya seperti koruptor yang mau cari kaya instan dengan cara terlaknat, padahal ada banyak sekali cara diridhoi langit yang instan menjadikan mereka kaya. Lho, kok instan ?

Wednesday, January 21, 2015

Nama Nama Terhormat Yang Dihinakan




Masa lalu adalah saksi yang mana menjadi hasil dari sebuah peradaban sekarang ini. Masa lalu menyimpan sejuta misteri, yang mana belum sepenuhnya terpecahkan oleh manusia, baik melalui keilmuwan modern maupun indra manusia. 
 
Definisi masa lalu sebenarnya singkat. Adalah masa yang dilalui bumi dan tidak mungkin kembali. Setiap dari kita mengalami masa lalu. Semisal Anda berumur 20 tahun, berarti 19 tahun lebih waktu yang telah Anda lalui di dunia ini, dengan suka duka, perih atau pun bahagia.

Masa sekarang adalah milik orang orang yang hidup puluhan,ratusan, ribuan tahun lalu. Dengan syarat manusia itu punya pengaruh dahsyat pada lingkungan. Mereka mempengaruhi pola hidup sekian milyar, mempengaruhi cara Bahasa, cara meramu dan berburu. Mereka mengenalkan pakaian, listrik, dan informasi lain yang belum pernah ada sebelum mereka hidup. Oleh karena itu, mereka pengubah jalannya sejarah. Bahwa memiliki masa kini yang menjadi kelanjutan masa pertama dirinya yang tidak mungkin terus hidup mengingat umur mereka dibatasi.

Sunday, January 18, 2015

Cara Kaya Yang Beresiko



Menurut kebanyakan orang definisi kaya adalah punya banyak uang, punya banyak rumah mewah, punya banyak mobil mewah, intinya punya banyak asset berharga. Tapi menurut milyader terkaya yaitu Kiyosaki bukan seperti itu. Definisi di atas tidak berlaku jikalau pelaku di lilit hutang, tidak punya waktu, setiap hari banting tulang oleh kekayaannya sendiri sehingga kekayaannya memperbudaknya, bukan menjadi tuan dari hartanya. Malah dia menjadi budak dari harta.

Kaya menurut Kiyosaki adalah yang mana harta Anda selalu jauh lebih besar dari gaya hidup. Itulah definisi kaya yang sesungguhnya. Anda beli apa pun, uang Anda masih banyak. Anda mau pergi ke mana pun, Anda masih punya banyak uang. Bahkan, Anda tidak bekerja pun, Anda tetap kaya. Karena Anda punya banyak karyawan dan asset yang bekerja untuk Anda. Jadi mereka yang bekerja, bukan Anda. Anda berlibur bersama istri, anak, dan saudara ke mana pun, Anda tetap berpenghasilan melimpah. Uang menjadi budak Anda, bukan sebaliknya. Jadi orang punya banyak uang tapi tidak punya waktu apa pun bahkan untuk beribadah, sesungguhnya belum kaya sepenuhnya. Karena kekayaan adalah kebebasan. Bukan pertikaian eksis, itu mental pegawai. Bukan perebutan warisan, itu bukan mental orang elit. 

Saturday, January 17, 2015

Sang Pujangga ( Bag 2 )



Malam tiba, acara pun selesai. Wina menutup kamarnya rapat-rapat. Sementara suaminya masih berada di ruang tamu. Ia sedang berbincang dengan papa dan mamanya. Wina membuka jendelanya. Ia melihat rembulan penuh pesona. Wajah kekasihnya memancar deras di badan rembulan. Kekasihnya sedang tersenyum manis padanya.
Wina berteriak dengan keras,
“ Kasihku, kirimkan aku kata-kata manismu. Kasihku, jangan tinggalkan aku. Aku ingin diterkam di kandang singa ini, Kasih. Kasih, aku sangat tak rela diriku menjadi milik orang. Aku ingin menjadi milikmu. Kirimkan aku kata-kata indah, seindah mutiara yang berterbangan di langit itu. Lihatlah mutiara-mutiara di langit itu, Kasih. Berkelipan nan indah berseri-seri, seperti cinta kita. Cinta kita tak akan pernah mati, walau jasad kita terpisah dari nyawa. Ketika nyawa kita beterbangan di langit, aku ingin bersamamu, menembus awan-awan putih yang menawan di hati. Aku tak ingin di sini. Aku tak ingin tersiksa di sini. Aku ingin berada di langit bersamamu, bercinta sambil meneguk anggur dari cawan cinta kita, Kasih. Kirimkan aku kata-kata manismu, Kasih. Mengapa kamu tak menjawab. Mengapa kamu hanya tersenyum di atas sana, sedangkan aku menanti kehadiranmu di sini.”