Roni
mengajak sang pujangga berjalan menuju perkuburan bapak dan ibunya. Pujangga
itu hanya menunduk. Ia merasa kehilangan semuanya. Setelah kehilangan kekasih
hatinya, dirinya dikagetkan oleh berita kematian bapak dan ibunya. Sang
pujangga itu merasa langit seolah runtuh, lalu menimpa dirinya. Ia merasa
menjadi orang paling tidak beruntung di dunia. Ia juga merasa nasibnya tragis,
seperti sudah jatuh ketimpa tangga, lalu masuk selokan.
“
Tegar, seharusnya kamu mengutamakan kedua orang tuamu daripada cintamu pada
gadis itu. Kamu terlalu berlebihan mencintai gadis itu,” ucap Roni dengan
perlahan.
Ia
menambahkan,
“
Gar, sungguh masih beruntung nasib jenazah bapak dan ibumu. Mereka berdua
dikebumikan tanpa dikenakan beaya sedikit pun dari pihak keluarga, yaitu kamu.
Sudah ada donatur yang bersedia membantu warga miskin atau kurang mampu.
Donatur dari pemerintah setempat.”

.jpg)


