Monday, October 20, 2014

Langit Tak Pernah Mempermainkanmu



Tidak ada orang ingin rugi. Tidak ada orang ingin bernasib sial. Tidak ada orang ingin menderita. Tidak ada orang ingin kegagalan nyata. Tidak ada orang ingin sengsara. Semuanya pasti ingin sukses, beruntung, dan hidup sesuai apa yang diinginkan.
Hidup tidak semulus jalan raya. Terkadang secara tidak sengaja kita bertemu jalan terjal, bebatuan, dan tidak enak di raga, bahkan merusak kendaraan. Meskipun tidak ingin lewat, mau tidak mau harus lewat, karena itulah tujuannya.

Saya waktu pergi jauh sungguh kaki ini terasa sangat berat. Saudara, bukan disebabkan tidak mau ke tempat itu. Bukan disebabkan tidak mau bertemu orang maupun teman. Tapi saya paling tidak suka naik bus. Begitu pula, saya paling tidak suka terminal. Tapi apa daya, mau tidak mau harus saya lalui, jika ingin sukses. Kecuali setelah sukses nanti aka nada perubahan, misalnya beli pesawat sendiri, pergi ke mana pun, dari tempat saya ke Jakarta ditempuh dengan bus memakan waktu satu malam, kini dengan pesawat hanya bebearapa jam saja.

Ada seorang ilmuwan bernama Albert Einstein, 

“ Orang bodoh selalu mengharapkan apa yang diimpikannya terjadi, tapi melalui proses sama.”

“ Tidak cerdas jika orang sesuai proses yang ada dalam mimpi.”

Artinya, semua orang pasti memimpikan besok hidup enak, punya rumah megah, mobil, istri cantik, anak anak cerdas dan sholeh sholehah. Lalu proses impian mereka sangat enak, 

Kecil dimanja
Muda foya foya
Dewasa Kaya raya
Mati masuk surga


Rata rata dalam imajinasi orang pasti begitu. Tapi sebagian dari kita terkadang terhadang badai rintangan dari impian. Kecil kehilangan orang tua. Nah, itu sudah badai menerpa terjang. Lalu muda sekolah setinggi tingginya. Tapi kendala beaya membuat dirinya stress. Dewasa membuat usaha, tapi secara tidak terduga krisis datang. Menghancurkan seluruh harapannya.

benar itu terjadi  ..

Sengsara pasti ada. Impian Anda pasti ada hambatan. Untuk itu perlu penyadaran diri. Tidak mungkin Allah bersama malaikat tertawa mempermainkan Anda di langit, tidak membuat Anda beruntung sedang orang orang lain tidak mengalami nasib serupa dengan Anda.

Berikut saya tuliskan kisah yang inspiratif, yang mana dari sebuah kemalangan menjadi keberuntungan, hanya dengan MENGUBAH CARA BERFIKIR.

Suatu hari, seorang petani begitu bersedih melihat sawahnya yang digunduli terus menerus. Hal itu disebabkan pasukan burung kelaparan menyerang sawahnya penuh kegirangan. Dia pun sangat panic karena sawah itulah satu satunya mata pencaharian yang dia geluti. Dia terus mengusirnya, tapi pasukan burung itu kembali hadir dan hadir sehingga membuat petani itu putus asa.

Dia sangat bersedih seolah bumi tertelan dan langit runtuh menimpanya. Dia teringat bahwa tidak mungkin dia dipermainkan oleh langit. Pasti ada hikmah. Pasti ada peluang untuk sukses di tengah keterpurukan itu.

Dia pun dapat ide. Mengusir burung itu tidak menjadi jalan terbaik. Maka dia mengambil jarring di rumahnya. Lalu dia bawa ke sawah dan menjaring burung burung itu. Sekali jarring, ratusan burung tertangkap. Seketika dia menjaring semua burung. Dan membawanya ke rumah.

Di sana dia membuat sangkar kecil, lalu memasukkan burung burung kecil masing masing satu buah. Dan dia menuju sekolah sekolah dengan gerobak berisikan burung burung. Lalu dia menjual burung burung itu pada anak anak kecil. Mereka pun membeli, dan hasilnya luar biasa. Hama yang dianggap menjengkelkan menjadi LADANG REZEKI baginya. Sehari dia bisa meraih 400 ribu hanya berjualan burung, TANPA UANG TANPA MODAL TANPA HUTANG !

Akhirnya SAWAHNYA SELAMAT + REZEKI TAMBAHAN DARI JUALAN YANG DIANGGAP HAMA TADI ..

Sekali lagi CARA BERFIKIR, CARA MENYIKAPI, CARA MENGONTROL EMOSI


Nalis, 20 Oktober 2014

No comments:

Post a Comment