Sunday, February 8, 2015

Sosok Berbahaya



Semasa Rasulullah hidup, beliau pernah mengalami cobaan begitu memilukan dan menyakitkan jiwa. Memang cobaan itu tidak mengenai fisik indah beliau seperti halnya berperang melawan kaum kuffar yang pernah beliau terluka. Cobaan ini begitu dahsyat menimpa, bahkan bukan beliau sendiri yang menanggung derita psikis itu. Istri, saudara, sahabat, dan kerabat pun turut terpukul mendengar kabar itu.

Apa itu ?


Istri beliau, Aisyah, pernah dituduh berzina ( berbuat serong ) dengan shofwan ketika shofwan memegang kendaraan unta sedang Aisyah berada di atas unta di tutup kain pelindung panas selayaknya rumah. Karena untanya besar, jadi cukup di buat tenda di atas punggung unta.

Hal itu terdengar dari seorang munafik. Dia mendapat durian runtuh dari kejadian itu. Bukan durian runtuh, tapi seolah hujan emas dari langit. Dia sangat bersuka cita dan memanipulasi berita itu dengan 1000 kebohongan.

Dia menyebarkan lewat mulut dari orang ke orang. Karena orang munafik biasanya pandai bergaul dan bersilat lidah dan pasti hobi menggunjing, dia pun tidak menemui kesulitan menyebarkan kejadian yang sejatinya bukan aib menjadi gossip yang sangat keji.

Mengapa bukan aib ?

Saudara, aib adalah kekurangan atau tindakan memilukan yang ada di dalam diri atau pernah dilakukan, yang mana bila diketahui oleh banyak orang, pemilik aib itu akan malu setengah mati. Lalu kejadian Aisyah dan Shofwan bukanlah aib. Karena mereka tidak berzina. Maka itu fitnah. Begitu menyedihkan, sejatinya hal tiada problem dianggap oleh banyak orang sebagai hal memalukan. Sejatinya hal itu pasti menimbul sanksi sosial yang mana banyak orang mengecap buruk sehingga psikisnya akan terkena imbas jikalau dia tidak mampu menahan.

Maka sangat bahaya orang munafik hidup, bahkan banyak orang berkata orang munafik lebih berbahaya dari orang kafir, karena musuh dalam selimut. Dia memang secara tidak langsung bisa menghancurkan fisik korban, pertama dia hancurkan nama dulu, eksistensi, kehormatan di hadapan orang. Setitik aibnya seolah ribuan ton emas turun dari langit. 


Semua Punya Orang Punya Aib

Saudara, jika Anda mencari aib saudara Anda, maka Anda akan menemukannya, satu dua bahkan ratusan. Misal dulunya dia pernah menjadi pengemis yang tidak punya uang di jalanan. Hal itu sejatinya tidak perlu Anda sebarkan ke banyak orang karena tidak ada manfaat kebaikannya sedikit pun. Karena itu masa lalu dan sekarang dia sudah berubah. Kecuali Anda ingin memotivasi banyak orang “ eh, ternyata pengemis pun bisa menjadi kaya cepat, itu bukti keyakinan kuat nyata.” Dengan syarat, orang itu harus rela atau pernah mempublikasikan di media bahwa dia pernah jadi pengemis. Itu menunjukkan bahwa dia redho karena tujuan aibnya disebarkan untuk memotivasi orang. Karena menyangkut orang lain, maka jangan main main. 

Makan Bangkai Sodara

Akal orang tidak beriman yang munafik diisi kebencian selalu. Ketika objek yang dibencinya memberinya mawar, maka munafik memandang saudaranya itu memberi duri.

“ Eh, mau nusuk aku dengan duri mawar itu ya.”

Ketika saudaranya mengatakan dirinya super sibuk bahkan ketika sakit, dia bilang,

“ Walah, alasan padahal males dan gak mau kerja.”

Sekali lagi, jika Anda mencari aib saudara Anda, maka Anda akan temukan. Yang jadi hal memilukan, ketika saudara Anda benar dan salah, Anda menyalahkannya 100%.
Ibaratnya, coba Anda lihat warna coklat di sekitar Anda, lalu tutup mata sejenak. saya perintahkan Anda menyebutkan benda warna biru dengan menutup mata. Maka Anda akan kesulitan. Karena dari awal saya menyuruh Anda melihat benda berwarna coklat.
Seperti itulah orang sakit jiwa. Apa pun yang dilihat dari saudara yang didengkinya selalu keburukan. Isinya curiga terus menerus. Dia melupakan warna warna indah selain coklat, padahal coklat itu keburukan.

Maka ubah coklat menjadi kebaikan seluruhnya.

Sekali lagi ini sekedar contoh, coklat bukan berarti buruk, hanya contoh.

Caranya

Apa pun yang dilakukan saudara Anda anggap semua positif, apalagi yang tidak berhubungan dengan Anda.

Sebagai contoh, suatu petani didatangi pendengki. Si pendengkinya mengerjai petani itu dengan memberi tai kerbau di dalam keranjang. Dia pergi. Lalu petani itu membukanya dan didapati isinya memang tai kebo.

Dia tersenyum indah,

“ Mulia sekali orang itu. Kebetulan aku sedang butuh pupuk alami. Dia sangat baik. Dia ambilkan langsung. Kok gak jijik ya karena langsung berhadapan dengan anus kerbau. Sedangkan sekarang ini dibungkung rapid an indah, di dalam kado lagi.”

Bandingkan dengan ungkapan,

“ Kurang ajar ! Wong edan ! Nantang aku !”

Dia bawa celurit dan akhirnya … ending
Sejatinya pendengki itu walaupun niatnya merugikan, petani itu melihat dari sisi lain. Negative diubah ke arah positif. Dahsyat !

Contoh nyata lain,

Seorang artis termakan fitnah. Namanya dicemarkan. Marganya dicermarkan. Namanya diinjak injak. Orang orang asyik menggunjing artis itu.

Jika artis itu menilai negative, apa yang terjadi pada dirinya.
Dia bisa depresi, stress, tertekan, bahkan maaf,” bunuh diri.”

Lalu bagaimana dia menilai hal itu positif, dia pasti bilang,
“ Tuhan Yang Maha Penyayang, engkau benar benar Mulia. Orang orang itu membuatku eksis selalu. Bukan hanya itu, bayaranku naik sekian lipat. Kerjaan syuting datang dari hari ke hari, bahkan aku harus menolak karena terlalu banyak. Hal itu karena aku sering menjadi pembicaraan orang orang. Di kala artis lain sibuk membuat hal kontroversial aneh, seperti pura pura cerai, shopping ke luar negeri yang tiada butuh hanya ingin diekspos, aku engkau eksiskan dengan pengeluaran nol karena engkau mengirim orang orang baik itu untuk mengeksiskan diriku.”

No comments:

Post a Comment